Peran kunci Anda sebagai pemimpin adalah untuk menginspirasi keterikatan emosional dengan visi yang menarik dan membuat merasa berhasil.

Orang-orang kemudian akan percaya pada sebab dan akibat  bahwasannya kontribursi individu dengan memberikan yang terbaik pada sebuah tim benar-benar  akan memberikan manfaat lebih baik bagi semua pihak.


Berikan setiap orang peran untuk melaksanakan visi dalam tim dan meminta mereka untuk melaporkan kembali kepada Anda apa saja yang sudah berjalan dengan baik atau belum.

Setiap individu berbagi untuk memberikan paparan kepada seluruh tim sehingga semua orang dapat belajar mengenai hal-hal yang baru dan dengan cara baru.

Ketika Anda melakukan evaluasi setiap langkah-langkah praktis berasama tim, selalu menghubungkan mereka kembali ke visi secara  keseluruhan.

Ingatlah untuk mengucapkan "terima kasih" pada individual di depan tim untuk membantu menjaga momentum dan motivasi tim.

Rayakan keberhasilan tim untuk menjaga tim bergerak ke depan bersama-sama. Mengenali langkah-langkah kecil ke arah yang benar.

Eksplorasi bersama anggota tim potensi setiap individu untuk menemukan hal yang unik dan nilai-nilai baru,  seperti halnya  pengalaman hidup, pengetahuan, dan keterampilan.

Memahami apa yang secara khusus memotivasi setiap orang untuk terlibat dengan pekerjaan mereka dan rela memberikan nilai lebih yang mereka punya.

Berpikir lateral tentang cara Anda menghargai anggota tim Anda. Imbalan keuangan sering memiliki nilai motivasi yang kurang  bagus dibandingkan pengakuan dan terima kasih tulus dari Anda.

Sebagai pemimpin bisnis, Anda akan diharapkan untuk menetapkan nilai-nilai dari suatu organisasi dan menyediakan stakeholder untuk bersama sama mencapai visi masa depan.

Sudah pasti diperlukan komunikasi bijaksana di setiap tingkat dalam rangka untuk mengembangkan visi dan menerjemahkannya ke dalam strategi jangka menengah dan tindakan setiap harinya.

Pemimpin fokus pada visi dan tujuan secara keseluruhan dan kemudian membantu anggota tim mereka untuk menafsirkan bagaimana untuk mencapai tujuan yang telah disepakati dengan cara yang konsisten sesuai dengan nilai-nilai yang ada pada organisasi.

Peran kepemimpinan Anda mungkin untuk membuat visi dan tujuan strategis di atas organisasi Anda, atau mungkin untuk mengembangkan rencana tim Anda sejalan dengan strategi perusahaan yang lebih besar.

Dalam kedua kasus, cara terbaik untuk maju adalah dengan melibatkan tim Anda dalam mengembangkan visi yang benar dari awal.

Mulailah dengan menuliskannya. Saat Anda bergerak maju, Anda akan perlu untuk menyatakan kembali dan menciptakan visi melalui tanya jawab terbuka sesi, pertemuan tim, dan ulasan satu per satu secara detil.

Buatlah agar setiap orang yang terlibat akan belajar bagaimana membuat kontribusi individu yang berarti terhadap tujuan tim.

[fusion_builder_container hundred_percent="yes" overflow="visible"][fusion_builder_row][fusion_builder_column type="1_1" background_position="left top" background_color="" border_size="" border_color="" border_style="solid" spacing="yes" background_image="" background_repeat="no-repeat" padding="" margin_top="0px" margin_bottom="0px" class="" id="" animation_type="" animation_speed="0.3" animation_direction="left" hide_on_mobile="no" center_content="no" min_height="none"][caption id="attachment_21608" align="aligncenter" width="619"]Menjadi Terdpean Melalui Visi Photo Credits: bdhls.org[/caption]

Orang termotivasi oleh pemahaman yang jelas tentang apa yang harus mereka lakukan untuk memenuhi pertanyaan seputar visi mengenai, kapan, seberapa baik, dan pertanyaan mengapa . Ini adalah rambu-rambu kunci pada perjalanan ke pengembangan profesional mereka dan untuk pencapaian visi sebuah tim.

Tugas Anda adalah untuk membantu setiap orang dalam tim Anda untuk merencanakan rute, dan untuk meninjau kemajuan mereka.[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]
Emotional Intelligence merupakan kecerdasan emosional ( Emotional Quotient, disingkat EQ) adalah kemampuan seseorang untuk menerima, menilai, mengelola, serta mengontrol emosi dirinya dan orang lain di sekitarnya.

Dalam hal ini, emosi mengacu pada perasaan terhadap informasi akan suatu hubungan.  Sedangkan, kecerdasan (intelijen) mengacu pada kapasitas untuk memberikan alasan yang valid akan suatu hubungan.

Kecerdasan emosional (EQ) belakangan ini dinilai tidak kalah penting dengan kecerdasan intelektual (IQ). Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa kecerdasan emosional dua kali lebih penting daripada kecerdasan intelektual dalam memberikan kontribusi terhadap kesuksesan seseorang.

Menurut Howard Gardner (1983) terdapat lima pokok utama dari kecerdasan emosional seseorang, yakni mampu menyadari dan mengelola emosi diri sendiri, memiliki kepekaan terhadap emosi orang lain, mampu merespon dan bernegosiasi dengan orang lain secara emosional, serta dapat menggunakan emosi sebagai alat untuk memotivasi diri.

Mengenali emosi

  • Secara akurat mengidentifikasi dan mengkategorikan perasaan Anda sendiri dan perasaan orang lain.



  • Menyadari, saat-bymoment, dari apa yang Anda rasakan.


Mengatur emosi

  • Menyadari bahwa perasaan Anda mempengaruhi bagaimana Anda berpikir.



  • Mengetahui suasana hati Anda yang terbaik untuk situasi yang berbeda.



  • Tidak membiarkan orang lain memanipulasi emosi Anda.


 

success-ei

 

Menggunakan emosi


  • Menggunakan strategi yang disengaja untuk membuat perasaan Anda (bahkan yang negatif) dikendalikan oleh Anda.



  • Memanfaatkan emosi sehingga Anda dapat mengambil tindakan positif, bahkan dalam menghadapi kesulitan.


 

Berempati

  • Menyadari bahwa emosi memberikan informasi tentang orang lain.



  • Mampu melihat situasi darisudut pandang (point-of-view)  lain.


 

Pemeliharaan

  • Benar-benar merawat orang lain.



  • Menunjukkan apresiasi nyata bagi kontribusi masyarakat.



  • Memiliki kepentingan orang lain di hati ketika menetapkan tujuan.

Tidak semua orang berpikir dengan cara yang sama. Memahami gaya berpikir Anda sendiri dan gaya orang lain di sekitar Anda akan memberikan beberapa alat untuk memimpin yang sangat berharga.

Istilah "gaya berpikir"  tidak mengacu pada IQ Anda, tetapi bagaimana Anda memproses informasi. Secara umum kita dapat membedakan menjadi tiga gaya berpikir yaitu: taktis, operasional, dan strategis

Kebanyakan orang cenderung terjebak hanya menggunakan salah satu gaya berpikir. Dengan memplejari  gaya berpikir yang lainnya maka Anda dapat mengajukan pertanyaan yang berbeda dan berpikir tentang masalah secara lebih dalam dengan sudut pandang yang berbeda dan memcahkannya dengan cara-cara baru yang segar dan menarik.

Dengan melakukan ini Anda akan bekerja lebih efektif dengan tim Anda karena Anda dapat memahami bagaimana mereka berpikir dan berkomunikasi sendiri dan orang lain sehingga Anda dapat berbicara dengan gaya bahasa mereka sendiri .

Menerapkan Pengetahuan Mengenai Diri Sendiri

Manfaat menerapkan pengetahuan mengenai diri sendiri di tempat kerja mungkin tidak terlihat segera hasilnya.  Mengelola kemampuan kognitif pada diri sendiri selalu memiliki nilai yang bermanfaat dan telah diakui sebagai acuan tingkat kemampuan seseorang dalam memandang suatu permasalahan oleh para psikolog selama beberapa dekade.

know_yourself_logo

 

Tingkat kemampuan sesorang tersebut disebut sebagai istilah Emotional Intelligence (EI) yang diciptakan untuk menggambarkan kemampuan untuk mengidentifikasi, membedakan antara, dan menggunakan perasaan sendiri dan orang lain untuk membimbing setiap  pikiran dan tindakan.

Pentingnya EI tidak dilebih-lebihkan, ada banyak penelitian yang menunjukkan bahwa EI adalah indikator yang jauh lebih baik dari ukuran standar kecerdasan seperti IQ.

Kecerdasan emosi yang dialami oleh seorang pemimpin akan mempengaruhi budaya organisasi, membentuk kepuasan karyawan, loyalitas, dan produktivitas, dan sehingga memiliki pengaruh yang nyata pada hasil. (erf)
Tugas pemimpin adalah membuat orang lain merasa memiliki tujuan dan kemampuan menilai diri.

Ini tidak mungkin berhasil tanpa ada keyakinan Anda terlebih dahulu untuk mengerti kekuatan dan kelemahan Anda sendiri, atau kemampuan untuk mengambil keputusan secara profesional atau berdasarkan keinginan pribadi Anda sendiri.

Meningkatkan kesadaran diri merupakan bagian penting untuk tumbuh menjadi pemimpin yang lebih efektif sehingga  dapat mengukur efek yang dialami orang lain.

 

Menjadi Seorang Pelopor

Orang menghormati pemimpin yang menganut nilai-nilai yang kuat dan bertanggung jawab atas pilihan yang diambil dalam hidup. Untuk menunjukkan kekuatan internal ini Anda perlu memimpin dengan cara memberikan contoh.

Perlihatkan kepada tim Anda bahwa Anda memiliki kepercayaan diri untuk mengambil risiko, bahwa Anda dapat bertahan melalui masa-masa sulit, dan bahwa Anda siap untuk terus belajar, beradaptasi, dan menciptakan peluang bisnis baru.

Mengembangkan kesadaran diri

Agar efektif, Anda perlu untuk memimpin dari arah dalam ke luar - apa yang Anda pikirkan, dan apa yang Anda nilai sebagai prinsip hidup Anda, harus muncul dalam perilaku Anda. Memimpin  Dari Dalam Diri Sendiri

Berpikir sebagai seorang pemimpin, Anda harus melihat ke kesadaran diri Anda serta kesadaran Anda dari dunia luar. Terpancar dari dalam bukan hanya tentang menjadi benar untuk prinsip-prinsip Anda sendiri tetapi hal itu menunjukkan hasil yang nyata di mata luar.

Ketika Anda merangkul nilai-nilai hidup Anda dan menerapkannya ke peran Anda sebagai seorang pemimpin, orang akan menghormati ketulusan Anda, mengakui apa yang Anda miliki dalam pekerjaan Anda dan tim Anda, dan merasakan bahwa Anda ingin orang lain secara bersama menuju sebuah kesuksesan.

Tumbuh kesadaran diri berarti menganalisis pikiran dan emosi, mencari sebanyak mungkin umpan balik dari orang lain, dan mengembangkan keterampilan mendengarkan secara bijak dan tajam.
Ketika Anda mengambil peran kepemimpinan, Anda mungkin hanya diharapkan untuk memberikan beberapa tugas dari setiap koordinasi pertemuan.

Atau bisa jadi tugas yang lebih besar lagi yaitu mengembangkan peluang baru melalui visi dan nilai-nilai organisasi Anda dan memastikan semua bagian organisasi Anda mengikutinya.

Jika Anda berkembang pada berpikir kreatif, dalam membimbing orang, bereksperimen dengan pendekatan yang berbeda, dan membuat keputusan intuitif, Anda berada di jalan untuk menjadi seorang pemimpin. Namun, pemimpin yang bagus juga memiliki kemampuan analisis dan pemecahan setiap masalah.

Berpikir Pemimpin

Pemimpin yang dibuat bukan bakat dari lahir. Keinginan nyata untuk memimpin merupakan prasyarat untuk menjadi seorang pemimpin, sedangkan keterampilan yang Anda butuhkan untuk memimpin dapat dipelajari kemudian.

Kepemimpinan memiliki banyak sisi dan tidak ada definisi sederhana yang baku, seperti contoh kemampuan untukDefinisi Seorang Pemimpin menginspirasi dan mendorong orang lain untuk mengatasi tantangan, menerima perubahan terus-menerus, dan mencapai tujuan.

Kesemua itu adalah kapasitas yang diperlukan untuk membangun tim yang kuat, tim yang efektif; dengan menggunakan pengaruh Anda untuk membujuk dan mengarahkan.

Pemimpin menetapkan contoh yang kuat melalui prinsip-prinsip kehidupan mereka sendiri  mereka bertujuan mencapai hasil, tetapi juga harus bertanggung jawab atas kegagalan.

Memimpin dan Mengelola

Kepemimpinan berbeda dari manajemen. Seorang pemimpin adalah seseorang yang membuat keputusan dan dapat berkomunikasi, berbeda dengan manajer yaitu bertugas mengimplementasikan strategi, mengukur kinerja berjalannya sebuah sistem.

Tetapi manajer yang baik memerlukan beberapa kepemimpinan, dan sebaliknya pemimpin yang besar mengetahui apa yang diperlukan untuk menjadi seorang manajer yang baik.
Outbound Management Training merupakan sebuah metode pengembangan diri melalui pengalaman (learning by experience) sebagai salah satu bentuk aktivitas luar ruang (outdoor activities) yang penuh dengan kegembiraan dan tantangan. Efektivitas pelatihan dicapai melalui lima tahapan proses, yaitu aksi, diskusi, refleksi, perencanaan perbaikan dan implementasi.

Adapun tujuan dari pelatihan Outbound adalah untuk membantu peserta memperoleh karakter, sehingga mereka dapat memberikan kontribusi baik secara pribadi maupun sebagai anggota dari satu tim kerja.



Outbound Management Training mempunyai sasaran untuk menjadikan pembangunan sumber daya manusia yang tangguh, bermartabat dan sikap yang kokoh dengan berlandaskan pada empat nilai utama, yaitu profesionalisme, inovasi, patriotisme dan cinta alam dengan sasaran utama Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia.

Manfaat OMT bagi peserta/partisipan akan memberikan peningkatan/pengembangan potensi diri (sikap, wawasan, daya inovasi, kepemimpinan, kerjasama tim dan kepercayaan diri).
Tujuan utama (specific objectives) kegiatan outbound adalah menimbulkan karakter positif bagi peserta baik bersifat personel maupun team yang ditandai dengan meningkatnya:

 

  1. komunikasi efektif (effective communication)

  2. pengembangan tim (team building)

  3. pemecahan masalah (problem solving)

  4. kepercayaan diri (self confidence)

  5. kepemimpinan (leadership)

  6. kerja sama (yinergi)

  7. permainan yang menghibur dan menyenangkan (fun games)

  8. konsentrasi/fokus (concentration)

  9. kejujuran/sportivitas.


Ragam manfaat tersebut bermuara pada tercapainya pengembangan diri (personal development) dan tim (team development) yang dapat dirasakan oleh para peserta. Hal ini penting mengingat sukses seseorang dalam kehidupannya sangat ditentukan oleh kepercayaan diri (self efficacy), kemampuan mengontrol emosi, dan kemampuan berinteraksi dengan orang lain.

Tujuan dan Manfaat Outbound

Para pakar di bidang kecerdasan emosi berpendapat bahwa sukses dalam karier di perusahaan (juga di ranah kehidupan lainnya) lebih ditentukan oleh kecerdasan emosional dibandikan dengan kecerdasan intelektual. Oleh karena itu, upaya untuk mengembangkan kecerdasan emosional mendapat perhatian yang semakin besar

Sumber : Ancok, D. (2002). Outbound management training, Yogyakarta: Tim UII Press