Beranda / Blog / Sekolah Menengah Atas-Ku

Sekolah Menengah Atas-Ku

Matahari pagi di tahun 2002 masih terkenang begitu nyata dalam benak. Udara pagi yang mengisi rongga-rongga pernafasan begitu menyegarkan, bagi kami yang saat itu baru menginjak ke jenjang pendidikan berikutnya dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) yaitu SMA (Sekolah Menengah Atas). Dan kami pilih SMA yang membuat kami terdidik selama tiga tahun kedepan adalah SMA PGRI 1 Purwakarta. Ya, SMA inilah yang menjadi takdir kami untuk menuntut ilmu sebagai jembatan kami ke jenjang berikutnya.
MOS (Masa Orientasi Siswa) pun tak terelakkan bagi kami. Masa dimana kami mengenal sekolah kami ini. Terutama mengenal teman sekelas dan teman semeja kami. Saat itu saya duduk di bangku ke-tiga dari depan baris ke-dua dekat meja guru dan papan tulis kapur hitam. Saya pemuda bertubuh kecil dengan belahan pinggir rambut yang selalu terminyaki ini, duduk terdiam sambil menunggu teman yang akan duduk disamping saya. Dan saat tepat jam dinding menunjukkan pukul 07.00 (tujuh) pagi, rupanya saya kedatangan teman sebangku yang saat itu begitu asing bagi pemuda kampung seperti saya. Dan kami pun berkenalan.
“Saya Fitrah.” sahut saya sambil menjabat tangan.
“Oh, saya Balyadzar” jawabnya sambil merapihkan poni belah tengahnya agar tetap berbelah tengah.
“Asal mana Balya?” tanya saya sambil tersenyum.
“Oh, saya asli dari Kalimantan tapi rumah di Maracang. Ari kamu dari mana Fit?”
“Saya lahir di Depok, cuman baru pindah ke Purwakarta tahun 1997 di Pondoksalam.”
“Pondoksalam???” tanyanya karena saking asingnya kecamatan rumah saya berdiri.
Begitulah perkenalan kami yang mulai mencair saat itu. Kebetulan kami tersatukan di sebuah kelas yang tertulis pada papan nama kelas diatas kusen pintu depan dengan tulisan “1.2”. Ya, itulah kami dengan ratusan menit awal di kelas itu. Tawa, canda, serta keusilan anak berseragam putih-biru masih membekas pada kami saat itu, karena seragam itu masih saja menjadi seragam awal kami memasuki SMA ini. Kata senior, “Seragam ini adalah sebagai seragam permulaan kalian di sekolah ini, karena kalian belum resmi diterima menjadi siswa atau siswi di sekolah kami. Sampai MOS ini dapat kalian lalui dengan baik sepekan kedepan.”

Artikel Lainnya

Ceritakan Lagi, Kek!

Kisah ini berawal dari sebuah rumah berdindingkan bambu yang teranyam. Di sana Seorang kakek sedang selengkapnya

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com