Beranda / Blog / Renungan Akhir Tahun

Renungan Akhir Tahun

Akhir Tahun“, kata-kata ini begitu banyak dijadikan bahan pembicaraan di setiap gang, jalan raya, perkantoran, media massa, televisi, negara, bahkan seantero dunia ini. kemarin masih ingat dengan tanggal 12-12-2012 sebuah isu ramalan kepercayaan suku Maya yang menghebohkan sampai dibuatkan sebuah Film untuk mengilustrasikan kejadian itu, yang sebenarnya mendahului takdir Allah SWT.
Sebenarnya apa ini semua? 12-12-2012 itu telah berakhir dan ramalan itu sekali lagi meleset 100 %, entah ini hanyalah sebuah ucapan racauan seorang tokoh agama yang terkantuk-kantuk sambil memberikan wejangan bagi para pengikutnya. Entahlah?
Bila kita kembalikan lagi kesebuah kalimat “Akhir Tahun” masehi, maka seorang accounting sedang on-nya banyak laporan yang harus segera disiapkan, seorang artis sedang panen order tampil di penghujung akhir tahun, supir angkot sedang terjebak macet lalu kehilangan penumpang yang lebih memilih untuk berjalan –Car Free Night-, pelayanan restoran cepat saji begitu sibuk dengan banyaknya pelanggan dan itu nampak dari bobot tubuh konsumennya yang gemuk, seorang guru yang sedang menikmati akhir tahun dengan “Long Holiday” pasca pembagian rapot anak.
Kira-kira kurang lebih seperti itu aktivitas mereka yang saya temui.
Dan saya berharap banyak resolusi kawan-kawan yang dapat ter-realisasi di tahun 2012 kemarin. Karena harapan itu masih ada! Untuk urusan kiamat itu sudah pasti sebuah rahasia besar yang hanya diketahui oleh Allah SWT. Terkadang kita terlalu bertele-tele bila harus mempercayai ramalan-ramalan mabok yang gak mendasar dan menggiring kita ke sebuah pemikiran kerdil dan nampak terlihat linglung.
Kalau mengingat perkataan seorang teman yang sambil bercanda mengutarakannya, “Percaya mah jangan ke saya, tapi ke Allah SWT. Nanti syirik.” ada benarnya juga. Baiklah, kawan biarkan kita cukup berpegang teguh kepada satu tali (Islam) yang menuntun kita ke kampung halaman, tempat dimana Nabi Adam bermukim untuk kali pertama bersama pasangannya, Siti Hawa.
Semoga tulisan dari saya yang masih belajar ini dapat mengingatkan. Bagaimana seperti dalam surat Al-Asr, saya dan anda termasuk menjadi orang-orang yang beruntung. Aamiin….[]

Artikel Lainnya

Ceritakan Lagi, Kek!

Kisah ini berawal dari sebuah rumah berdindingkan bambu yang teranyam. Di sana Seorang kakek sedang selengkapnya

Powered by themekiller.com anime4online.com animextoon.com apk4phone.com